Halo, para pembelajar cilik Bahasa Inggris! Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu semangat belajar ya! Di semester 2 ini, kita akan menyelami salah satu topik yang sangat penting dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Prohibition. Apa itu Prohibition? Sederhananya, Prohibition adalah cara kita mengatakan kepada seseorang bahwa mereka tidak boleh melakukan sesuatu. Pernahkah kalian mendengar kalimat seperti "Don’t touch!" atau "No running!"? Nah, itu semua adalah contoh dari Prohibition!
Mengapa Prohibition ini penting? Bayangkan jika tidak ada aturan atau larangan. Tentu akan terjadi kekacauan, bukan? Di rumah, kita dilarang bermain api. Di sekolah, kita dilarang berlari di koridor. Di jalan, kita dilarang menyeberang sembarangan. Larangan-larangan ini dibuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban kita semua. Dalam Bahasa Inggris, kita punya cara khusus untuk mengungkapkan larangan ini.
Di kelas 4 semester 2 ini, kita akan fokus pada dua cara utama untuk membuat larangan dalam Bahasa Inggris: menggunakan "Don’t" dan "No".
Bagian 1: Menggunakan "Don’t" untuk Melarang
Cara paling umum dan mudah untuk membuat larangan dalam Bahasa Inggris adalah dengan menggunakan kata "Don’t". "Don’t" sebenarnya adalah singkatan dari "Do not". Jadi, ketika kita ingin mengatakan seseorang tidak boleh melakukan sesuatu, kita cukup menambahkan "Don’t" di depan kata kerja (verb) yang menunjukkan tindakan tersebut.
Mari kita pecah menjadi beberapa bagian:
1. Struktur Dasar "Don’t + Verb (kata kerja)":
Struktur ini sangat sederhana. Kita ambil kata kerja yang menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan, lalu kita tambahkan "Don’t" di depannya.
-
Contoh:
-
Verb: run (berlari)
-
Prohibition: Don’t run! (Jangan berlari!)
-
Verb: touch (menyentuh)
-
Prohibition: Don’t touch it! (Jangan menyentuhnya!)
-
Verb: shout (berteriak)
-
Prohibition: Don’t shout in the library! (Jangan berteriak di perpustakaan!)
-
Verb: play (bermain)
-
Prohibition: Don’t play with the ball inside. (Jangan bermain bola di dalam ruangan.)
-
Verb: eat (makan)
-
Prohibition: Don’t eat in the classroom. (Jangan makan di ruang kelas.)
-
2. Kapan Kita Menggunakan "Don’t"?
Kita menggunakan "Don’t" dalam berbagai situasi, seperti:
-
Memberi tahu seseorang apa yang tidak boleh mereka lakukan secara langsung: Saat berbicara kepada teman, adik, atau bahkan kepada anak-anak yang lebih kecil.
- Ibu kepada anaknya: "Don’t touch the hot stove!" (Jangan sentuh kompor panas itu!)
- Guru kepada murid: "Don’t talk during the test!" (Jangan berbicara saat ujian!)
-
Dalam instruksi atau aturan:
- Di taman bermain: "Don’t climb on the fence." (Jangan memanjat pagar.)
- Di laboratorium sains: "Don’t taste any chemicals." (Jangan mencicipi bahan kimia apapun.)
-
Untuk menunjukkan ketidaksetujuan atau saran yang kuat agar sesuatu tidak dilakukan:
- "Don’t go out in the rain without an umbrella." (Jangan keluar saat hujan tanpa payung.)
3. Latihan dengan "Don’t":
Mari kita coba beberapa latihan untuk memperkuat pemahaman kita tentang "Don’t".
-
Ayo ubah kalimat perintah menjadi larangan:
-
Perintah: Close the door.
-
Larangan: Don’t close the door.
-
Perintah: Jump on the bed.
-
Larangan: Don’t jump on the bed.
-
Perintah: Leave your shoes here.
-
Larangan: Don’t leave your shoes here.
-
-
Pilih kata kerja yang tepat untuk melengkapi larangan:
-
Don’t __ your food on the floor. (eat / drink / throw)
- Jawaban yang tepat adalah eat atau throw. Jika maksudnya "jangan makan makananmu di lantai", maka "eat". Jika maksudnya "jangan membuang makananmu di lantai", maka "throw". Kita bisa pilih salah satu yang paling sesuai konteks, misalnya: Don’t throw your food on the floor.
-
Don’t __ loudly in the hospital. (sing / whisper / talk)
- Jawaban yang tepat adalah sing atau talk. "Whisper" artinya berbisik, yang biasanya diperbolehkan. Jadi: Don’t sing loudly in the hospital. atau Don’t talk loudly in the hospital.
-
Don’t __ the animals in the zoo. (feed / pet / look)
- Jawaban yang tepat adalah feed. Biasanya kita tidak boleh memberi makan hewan di kebun binatang. Jadi: Don’t feed the animals in the zoo.
-
Bagian 2: Menggunakan "No" untuk Melarang
Selain "Don’t", kita juga sering menggunakan kata "No" untuk membuat larangan. "No" biasanya digunakan untuk melarang tindakan atau aktivitas secara umum, seringkali dalam bentuk tanda peringatan atau instruksi singkat.
1. Struktur Dasar "No + Noun (kata benda)" atau "No + Gerund (kata kerja + -ing)":
-
"No + Noun": Kita menggunakan "No" diikuti dengan kata benda yang menunjukkan apa yang dilarang.
-
Contoh:
-
Noun: smoking (merokok)
-
Prohibition: No smoking. (Dilarang merokok.)
-
Ini sering kita lihat di tanda-tanda di tempat umum.
-
Noun: entry (masuk)
-
Prohibition: No entry. (Dilarang masuk.)
-
Biasanya ada di pintu atau gerbang.
-
Noun: parking (parkir)
-
Prohibition: No parking. (Dilarang parkir.)
-
Sering terlihat di pinggir jalan.
-
Noun: trespassing (masuk tanpa izin)
-
Prohibition: No trespassing. (Dilarang memasuki area ini.)
-
-
-
"No + Gerund": Gerund adalah kata kerja yang diberi akhiran "-ing" dan berfungsi sebagai kata benda. Ini mirip dengan "No + Noun" tetapi lebih spesifik pada aktivitasnya.
-
Contoh:
-
Verb: running (berlari) -> Gerund: running
-
Prohibition: No running. (Dilarang berlari.)
-
Ini sering kita lihat di area yang licin atau di dekat kolam renang.
-
Verb: jumping (melompat) -> Gerund: jumping
-
Prohibition: No jumping. (Dilarang melompat.)
-
Biasanya di kolam renang dengan kedalaman tertentu.
-
Verb: swimming (berenang) -> Gerund: swimming
-
Prohibition: No swimming. (Dilarang berenang.)
-
Di pantai dengan ombak besar atau di area yang berbahaya.
-
Verb: fishing (memancing) -> Gerund: fishing
-
Prohibition: No fishing. (Dilarang memancing.)
-
Di sungai atau danau tertentu.
-
-
2. Kapan Kita Menggunakan "No"?
- Pada tanda peringatan atau rambu-rambu: Ini adalah penggunaan yang paling umum. Tanda "No Smoking", "No Parking", "No Entry" sangat familiar.
- Dalam instruksi yang sangat singkat dan jelas: Ketika kita ingin melarang sesuatu dengan cepat dan tegas.
- Penjaga keamanan: "No loitering!" (Dilarang berkeliaran/berlama-lama di sini!)
- Untuk melarang penggunaan suatu fasilitas:
- Di toilet umum: "No flushing tissues." (Dilarang membuang tisu ke dalam toilet.)
3. Perbedaan "Don’t" dan "No":
Meskipun keduanya berfungsi untuk melarang, ada sedikit perbedaan dalam penggunaan dan nuansanya:
- "Don’t" biasanya lebih personal dan digunakan dalam kalimat lengkap (meskipun seringkali subjek "you" dihilangkan). Contoh: "Don’t touch the flowers." (Anda jangan menyentuh bunga-bunga itu.)
- "No" lebih bersifat umum, singkat, dan seringkali berdiri sendiri sebagai frasa pendek, terutama pada tanda atau instruksi ringkas. Contoh: "No littering." (Dilarang membuang sampah sembarangan.) Ini merujuk pada larangan umum bagi siapa saja.
4. Latihan dengan "No":
Mari kita berlatih menggunakan "No" dalam berbagai konteks.
-
Pilih kata benda atau gerund yang tepat untuk melengkapi larangan:
-
(Smoking / Eat / Drinking) is not allowed here. -> No smoking. (Ini adalah pilihan yang paling umum untuk larangan merokok.)
-
The sign says: "__ dogs". (No / Don’t / Not)
- Jawaban yang tepat adalah No. Kalimat lengkapnya adalah "No dogs allowed" atau singkatnya "No dogs".
-
In the swimming pool area, there is a sign: "__ jumping!" (No / Don’t / Not)
- Jawaban yang tepat adalah No.
-
This is a quiet zone. __ talking loudly. (No / Don’t / Not)
- Jawaban yang tepat adalah No.
-
-
Tentukan apakah menggunakan "Don’t" atau "No" yang lebih sesuai:
-
(Don’t / No) feed the animals.
- Ini bisa keduanya, tergantung konteks. Jika di kebun binatang ada tanda besar, biasanya No feeding the animals. Jika guru memberi tahu muridnya, bisa Don’t feed the animals. Untuk latihan ini, mari kita fokus pada tanda, jadi No.
-
(Don’t / No) run in the corridor.
- Di sekolah, biasanya ada aturan, jadi bisa jadi Don’t run in the corridor. atau jika ada tanda peringatan yang lebih umum, bisa No running. Jika ini adalah instruksi langsung dari guru, Don’t lebih pas.
-
(Don’t / No) littering.
- Ini adalah larangan umum yang sering ada di tempat umum, jadi No littering. lebih cocok.
-
Bagian 3: Menggabungkan Pemahaman dalam Kehidupan Sehari-hari
Sekarang, mari kita lihat bagaimana kita bisa menggunakan "Don’t" dan "No" dalam percakapan dan situasi sehari-hari.
1. Di Rumah:
- "Mom, can I play outside?"
"Yes, but don’t go too far." (Menggunakan Don’t + Verb) - "Dad, can I use your phone?"
"No, not right now. I’m using it." (Menggunakan No untuk larangan singkat) - "Hey, don’t touch my toys!" (Menggunakan Don’t + Verb)
- "Please, no shouting inside the house." (Menggunakan No + Gerund)
2. Di Sekolah:
- Guru: "Don’t talk while I’m explaining." (Menggunakan Don’t + Verb)
- Di depan kelas ada poster: "No chewing gum." (Menggunakan No + Gerund)
- Di koridor: "No running." (Menggunakan No + Gerund)
- Murid kepada temannya: "Don’t copy my homework!" (Menggunakan Don’t + Verb)
3. Di Tempat Umum (Taman, Jalan, Toko):
- Di taman: "No littering." (Menggunakan No + Gerund)
- Di toko: "Don’t open the package." (Menggunakan Don’t + Verb)
- Di dekat kolam renang: "No diving." (Menggunakan No + Gerund)
- Di stasiun kereta: "No entry to the platform without a ticket." (Menggunakan No + Noun)
4. Latihan Soal Gabungan:
Mari kita selesaikan beberapa soal pilihan ganda yang menggabungkan kedua konsep ini.
-
Di sebuah toko kue, ada tanda yang bertuliskan: "____ eat the samples."
a) Don’t
b) No
c) Not- Jawaban: a) Don’t (Memberi instruksi langsung kepada pengunjung)
-
Anda melihat tanda di sebuah taman: "____ dogs allowed."
a) Don’t
b) No
c) Not- Jawaban: b) No (Larangan umum untuk jenis hewan)
-
Guru berkata kepada kelas: "____ throw your trash on the floor."
a) Don’t
b) No
c) Not- Jawaban: a) Don’t (Instruksi langsung kepada siswa)
-
Di tepi kolam renang, ada tanda: "____ jumping."
a) Don’t
b) No
c) Not- Jawaban: b) No (Larangan aktivitas umum di area tersebut)
-
Anda ingin memberi tahu adik Anda agar tidak mengganggu Anda saat belajar: "____ disturb me, please."
a) Don’t
b) No
c) Not- Jawaban: a) Don’t (Instruksi personal)
Kesimpulan
Prohibition atau larangan adalah bagian penting dari komunikasi, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Dengan memahami cara menggunakan "Don’t" dan "No", kalian akan lebih percaya diri dalam mengikuti aturan dan juga saat memberikan instruksi atau peringatan kepada orang lain.
Ingatlah bahwa:
- "Don’t" biasanya diikuti oleh kata kerja dasar (verb) dan digunakan untuk instruksi yang lebih personal atau dalam kalimat yang lebih lengkap.
- "No" sering diikuti oleh kata benda (noun) atau gerund (verb + -ing) dan umum digunakan pada tanda peringatan atau instruksi yang singkat dan tegas.
Teruslah berlatih membaca tanda-tanda di sekitar kalian, perhatikan bagaimana orang lain memberikan larangan, dan cobalah untuk menggunakannya dalam latihan percakapan kalian. Semakin sering berlatih, semakin lancar kalian menggunakan Prohibition dalam Bahasa Inggris.
Selamat belajar dan sampai jumpa di materi berikutnya! Tetap semangat!
